oleh

Kaum Lelaki Harus Tahu Ini Syarat Mencari Calon Istri

INFOYAY – Apakah anda adalah lelaki yang sudah dewasa dan sudah siap berumah tangga? Jika iya maka harus tahu syarat mencari calon istri sebagai pasangan pendamping hidup untuk selamanya. Karena menikah atau mengarungi rumah tangga tidak sebentar dan semudah yang kita bayangkan

Selain itu calon pendamping hidup (istri) juga haruslah yang mempunyai visi dan misi yang sama dengan suami hal ini diperlukan untuk membangun rumah tangga yang kokoh dan bernilai ibadah di sisi tuhan

Sebagaimana pesan dan instruksi Nabi s.a.w. dalam kriteria mencari calon pasangan. Bahwa memang secara umum memilih pasangan ya seperti itu fase yang biasa dilakukan oleh banyak orang. anjuran-anjura lain dalam memilih pasangan yang sudah digariskan oleh Nabi s.a.w. dan para ulama. Bil-khusus bagi para laki-laki yang sedang mancari calon istri.

1. Diutamakan Yang Perawan

Meski Rasulullah SAW menikah rata-rata dengan janda, namun beliau tetap menganjurkan para sahabatnya agar menikah dengan perawan. Dalam sabdanya beliau menegaskan “Hendaklah kalian menikah dengan perawan, karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah)

Imam al-Suyuthi menjelaskan maksud perkataan Nabi s.a.w. yang menyebut bahwa perawan itu lebih segar mulutnya (“a’dzabu afwahan): “Al-‘Adzbu itu artinya air yang segar. Maksudnya adalah segar air liurnya perawan. Bisa juga diartikan segar perkataannya yang tidak menyakiti. Dan sedikit menggerutu, dan tidak suka berkata kotor kepada suaminya karena biasanya perawan itu masih malu-malu.

Begitu juga Ketika Jabir bin Abdillah memberitahu Rasulullah SAW bahwa dirinya akan segera menikah dengan seorang janda, maka Rasulullah SAW sempat mempertanyakan : “Kenapa kamu tidak menikahi perawan saja sehingga kamu bisa bermain-main dengannya dan dia bisa bermain-main denganmu?” (HR. Bukhari Muslim)

Namun anjuran menikahi perawan ini tidak bersifat mutlak, sebab selain Rasulullah SAW sendiri lebih banyak menikahi janda dari pada perawan, ketika ada shahabat beliau yang menikah dengan janda dengan alasan yang kuat dan masuk akal, hal itu dibenarkan oleh beliau.

2. Kesuburan

Di antara salah satu pertimbangan penting tentang calon istri yang ideal untuk dipilih adalah mereka yang terbukti kuat punya tingkat kesuburan tinggi. Hal ini bisa dilihat dari berbagai indikator, di antaranya kesuburan saudari-saudarinya yang sudah menikah, atau para wanita lainnya dalam keluarganya.

Sebab salah satu tujuan pernikahan di dalam agama Islam adalah untuk mendapatkan dan memperbanyak keturunan, dimana secara lebih makro, Rasulullah SAW berujar tentang lomba dengan para nabi yang lain tentang jumlah umat Islam.

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Nikahilah wanita yang pengasih dan subur, karena aku berlomba dengan umat lain dengan jumlah kalian”. (HR. Ahmad)

Di antar hikmah beranak banyak di masa sekarang ini adalah seorang wanita akan berpikir seribu kali kalau minta bercerai dari suaminya. Jauh berbeda antara istri yang sudah punya anak 12 dengan yang belum punya anak. Yang belum punya anak akan lebih mudah minta cerai kepada suaminya.

3. Orang Asing, Bukan Kerabat dekat

Secara aturan syar’i, Islam membolehkan seorang laki-laki menikahi wanita yang masih keluarganya sendiri yang bukan mahram. Akan tetapi bila ada banyak pilihan ada anjuran dari para ulama untuk sebaiknya mencari wanita yang bukan keluarga dan kerabat. Kalau pun memang harus menikahi orang yang masih punya hubungan keluarga, sebaiknya carilah keluarga yang jauh.

Imam al-Buhuti menjelaskan salah satu hikmah kenapa lebih dianjurkan menikahi wanita asing yang bukan keluarga. Jika talak terjadi itu akan menyebabkan keburukan kepada kekerabatan antara kedua keluarga sampai putus hubungannya, padahal kita diwajibkan menyabung tali persaudaraan

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed