oleh

Kawah Rengganis Bukan Onsen di Jepang, Ini di Bandung

INFOYAY, Seperti onsen di Jepang, Bandung juga punya sumber mata air panas dan panorama yang indah. Salah satunya di Kawah Rengganis.

Di penghujung pergantian tahun pasti banyak sekali yang ingin menghabiskan waktu untuk berlibur. Entah ke daerah puncak atau pantai, Kota Bandung sendiri tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi tiap Menjelang pergantian tahun, Bandung selalu menjadi Destinasi utama tujuan berlibur akhir pekan.

Kota Bandung sendiri mempunyai banyaknya potensi wisata. Destinasi Wisata Bandung sangat banyak, dan selalu ramai dikunjungi seperti wisata Lembang yg berada di Bandung Barat. Namun tidak kalah dengan Lembang, wisata yang berada di Bandung selatan tidak kalah bagusnya.

Ciwidey Merupakan sebuah Kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung, Daerah Bandung bagian selatan, Jawa Barat. Kabupaten ini memiliki banyak potensi wisata alamnya, Keindahan alam yang menakjubkan, dan tersembunyi. Sehingga masih banyak orang yg belum mengetahui akan keindahan dan destinasi wisata alam yang ada di sini.

Ciwidey lengkap dengan wisatanya mulai dari situs budaya, situs bersejarah, dan wisata alam seperti Kawah putih yang sangat memanjakan mata.

Kawah Putih, tidak asing bukan mendengarnya? Terletak di kaki Gunung Patuha, Kawah Putih Merupakan sebuah danau yang terbentuk dari sisa letusan Gunung Patuha. Kawah Putih merupakan ikon wisata Ciwidey yang sangat eksotis dengan keindahan alamnya.

Namun tidak kalah indah dengan Kawah Putih, ada Situs Kawah Rengganis.

Wisata Kawah Rengganis

Kawah Rengganis, adalah Kawah alam yang terbentuk dari proses alam jutaan tahun yang lalu. Dahulu kawah ini bernama Kawah Cibuni, karena terletak di Daerah Cibuni. Tapi karena tempat ini sudah dikelola oleh agrowisata Rancabali maka Tempat ini diubah menjadi Kawah Rengganis.

Lokasinya berada di sebelah kiri jalan, jaraknya sekitar 15 Menit dari Situ Patenggang. Tiket masuk Rp 15 ribu dan harga ini dapat berubah sewaktu-waktu.

Jumat malam saya dan teman-teman saya Mukti, Rifky, Paqih, dan Irma berkunjung ke Situs Kawah Rengganis. Jarak tempuh kami berangkat dari Bandung Kota hingga tiba di Kawah Rengganis dengan estimasi waktu sekitar 1,5 Jam. Akses jalan sangat bagus, namun kurang penerangan lampu di bahu jalan raya, sehingga kami sebelumnya hampir salah arah,

Setiba di Rengganis, kami melakukan tracking ringan ke jalur Kawah, ada dua buah saung, Tempat lesehan untuk beristirahat. Karena saat malam udara pegunungan sangat terasa makin dingin sekali, sebagian kami tidak berani untuk langsung berendam di kawah. Dan memilih beristirahat dulu di saung sambil berguyon. Kejadian tidak terduga salah satu dari teman kami, bernama Rifky dia mengalami Hypotermia, yang membuat seluruh badannya menjadi menggigil kedinginan. Waktu menunjukan Pukul 05.15 Pagi Kami segera melakukan traking turun ke Kawah.

“Sebelumnya kami di suguhi sunrise yg sangat indah di sekitar Kawah, namun tidak sempat di abadikan. Saat di tengah cuaca Kota Bandung yg sedang dingin dan hujan terus, setelah berendam disini akan lebih nikmat. Tidak terasa waktu sudah pukul 07.00 saja, kami beranjak pulang ke kota. Selama di perjalanan kedua mata dimanjakan dengan pemandangan hamparan hijau perkebunan Teh Rancabali. Bikin mager saja yaaaa, dan malas untuk beranjak pulang.

Seperti pada beberapa pemandian air panas alami, Kawah Rengganis Ciwidey juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Air hangat yang alami, Mengandung belerang yang konon bisa membantu menyembuhkan penyakit, termasuk dengan lumpurnya. Sehingga, tidak sedikit pengunjung yang datang, sengaja mengolesi badan dengan lumpur dari kawasan tersebut. Jadi mirip-mirip SPA lulur begitu. (via: FB Dunia Pustaka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed