oleh

Menjadi Mahasiswa Membanggakan Dari Kursi Senat Akademik

INFOYAY – Yang namanya pendidikan tentu ada sebuah proses didalamnya sesuai dengan jenjang yang dilalui. Setiap mahasiswa akan merasakan dan memaknai setiap prosesnya dengan cara yang berbeda-beda, meskipun pengalaman dan tahapan yang dilalui tidak berbeda antara satu dengan lainnya. Ada yang merasakan kemudahan dalam menjalaninya, sebaliknya ada yang harus berdarah-darah serta meneteskan air mata. Ada yang menjalani pengalaman dengan bersungguh-sungguh, namun ada pula yang melihatnya sebagai hal biasa dan sepele sehingga kemudian cenderung ‘ngentengke’.

Kemudian sampailah kepada pada muara dimana semua proses pendidikan itu berakhir, yang lazim disebut dengan nama ‘Pesta kelulusan’. Sebuah ritual yang menandai bahwa seluruh tahapan-tahapan kegiatan sebuah pendidikan telah dilalui oleh si pelaku.

Sejatinya kelanjutan dari proses inilah yang akan menjawab pertanyaan; benarkah si mahasiswa memang benar-benar melewati proses ini dengan benar dan sungguh-sungguh. Bukan hasil UTS, UAS atau Ujian Kompetensi Profesi.

Bagi mahasiswa yang menyelesaikan proses ini dengan sungguh-sungguh. Pengalaman-pengalaman yang telah dilalui akan membekas dan menjadi ingatan jangka panjang pada dirinya. Kemudian pengalaman-pengalaman tersebut akan terinternalisasi dalam dirinya, berkombinasi dengan seluruh pengalaman-pengalaman hidupnya yang lain sehingga berkontribusi dalam membentuk identitas uniknya. Menjadi modal untuk mengembangkan diri menjadi manusia yang utuh secara fisik, psikis dan sosial yang mengantarkan pada kesuksesan hidup didunia dan akhirat.

Bagi mahasiswa yang menganggap proses ini sebagai sebuah rutinitas biasa tanpa makna, outcome dari seluruh proses pendidikan yang telah dilalui segera lenyap dan menguap bersamaan dengan berakhirnya perayaan kelulusan. Yang tersisa kemudian hanyalah simbol kelulusan berupa lembar-lembar legalitas hasil belajar. Inilah yang akan membedakan antara mahasiswa yang keren dengan yang tidak, yang bersungguh-sungguh dengan mahasiswa yang melalui proses ini hanya untuk mengejar ijazah.

Inilah hasil empiris yang menjawab hipotesis yang menyatakan bahwa PROSES TIDAK AKAN MENGHIANATI HASIL.

Selamat dan apresiasi untuk mahasiswa yang telah melalui seluruh proses pendidikan ini dengan sungguh-sungguh dengan segala pengorbanan yang telah dilakukan. Yakinlah… Bahwa Tuhan tidak akan menutup mata atas usaha kalian. Seluruh usaha baik kalian telah dihitung sebagai hitungan amal shaleh dan setiap amalan kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat-lipat.

Ditulis oleh Hamid Mukhlis, M.Psi., Psikolog pada hari Rabu 03 Oktober 2018 di kursi senat pada acara wisuda bersama STIKes Aisyah Pringsewu dan Akbid Medica Bakti Nusantara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed