oleh

Penyakit Pada Tubuh Lewat Makanan dan Pencegahannya

INFOYAY, Penyakit Pada Tubuh Lewat Makanan. Meskipun semua makanan mengandung nilai gizi yang penting bagi tubuh, namun makanan dapat mengakibatkan sakit jika mengandung bakteri berbahaya atau bahan-bahan kimia beracun.

Nah, apa saja penyakit-penyakit yang dapat menyerang melalui makanan? Untuk jawaban dari pertanyaan ini, berikut akan diuraikan mengenai penyakit pada tubuh lewat makanan dan pencegahannya.

Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri dalam Makanan

Sebagian besar bakteri tidak berbahaya bagi manusia, banyak di antaranya justru memiliki fungsi penting bagi manusia, contohnya adalah bakteri asam laktat yang memfermentasikan laktosa, sehingga dihasilkan asam laktat.

Dengan cara demikianlah susu dibuat masam. Bakteri ini memegang peranan dalam proses pematangan keju dan ikut bertanggung jawab dalam produksi susu asam atau yoghurt.

Contoh lainnya adalah bakteri yang menyintesis vitamin dalam usus halus dan bakteri tanah yang menguraikan bahan-bahan limbah serta mengubahnya menjadi bahan makanan bagi tanaman.

Namun demikian, tidak semua jenis bakteri bersifat menguntungkan. Banyak juga bakteri yang bersifat patogen atau dapat menimbulkan penyakit. Bakteri-bakteri patogen ini bisa menyerang kita melalui makanan. Wabah penyakit yang diakibatkan pangan cukup sering terjadi dan menimbulkan banyak korban.

Ada banyak penyebab bakteri yang bisa memicu keracunan, berikut ini tujuh di antaranya yang akan coba diulas.

1. Escherichia coli

Bakteri ini hidup di dalam usus manusia, sapi, kambing, serta domba. Karenanya, keberadaan Escherichia coli bisa dipakai guna mengindikasikan adanya kontak dengan kotoran manusia.

Bakteri Escherichia coli sering ditemukan pada daging yang kurang matang, susu segar (raw milk), dan jus.

Gejala kontaminasi Escherichia coli meliputi diare berat, nyeri perut, serta muntah yang berlangsung sekitar 5-10 hari.

Guna menghindari bakteri ini, masaklah daging sampai matang, cuci buah dan sayuran menggunakan air yang mengalir sebelum dikonsumsi, serta hindari susu segar yang belum dipasteurisasi.

2. Campylobacter jejuni

Campylobacter jejuni adalah bakteri berbentuk spiral yang berkembang di ayam dan sapi. Bakteri ini bisa menginfeksi tanpa menyebabkan gejala penyakit.

Pada manusia, bakteri Campylobacter menyebabkan diare, perut kram, nyeri perut, dan demam.

Kebanyakan kasus yang diakibatkan oleh bakteri tersebut memang ringan, tetapi jika menyerang anak-anak, lansia, dan orang yang menderita gangguan imun bisa berakibat fatal.

Cara menghindari bakteri ini adalah memasak daging sampai matang, mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh daging mentah, serta membersihkan peralatan masak yang dipakai guna mengolah daging mentah.

3. Listeria monocytogenes

Listeria monocytogenes adalah bakteri yang biasa ditemukan di tanah, air, makanan mentah, makanan olahan, serta susu yang tidak dipasteurisasi.

Seperti bakteri lain, Listeria dapat hidup dan menyebar di temperatur dingin, seperti dalam kulkas.

Gejala yang diakibatkan oleh bakteri listeria adalah demam dan menggigil, sakit kepala, mual, serta nyeri perut.

Pada ibu hamil dan janin, infeksi bakteri ini bisa berbahaya. Hindari infeksi Listeria dengan mencuci bersih buah yang keras, seperti melon atau mentimun.

Selain itu, bersihkan kulkas secara berkala dan pisahkan produk makanan yang matang dengan yang mentah.

4. Vibrio parahaemalyticus

Biasanya, Vibrio parahaemolyticus ditemukan pada seafood mentah, karena bakteri ini hidup di air asin.

Dalam 24 jam sejak terinfeksi, seseorang akan merasakan gejala diare, mual, muntah, dan demam. Gejala tersebut bisa bertahan selama 3 hari.

5. Toksoplasma Gondi

Jika terkena bakteri Toxoplasma gondii bisa mengalami toksoplasmosis, dengan gejala sakit kepala, tidak enak badan, dan demam.

Pada ibu hamil, bakteri ini bisa menyebabkan gangguan serius, seperti kerusakan otak, mata, dan organ lain pada janin.

Kebanyakan, orang dapat terinfeksi bakteri Toksoplasma setelah kontak dengan feses kucing, mengonsumsi daging yang belum matang, serta minum air yang terkontaminasi.

6. Salmonela

Salmonela adalah kelompok bakteri yang banyak ditemukan di telur setengah matang, daging, dan terkadang pada sayur dan buah yang tidak dicuci dengan bersih.

Bakteri ini dapat menyebabkan demam, diare, sakit perut, dan nyeri kepala. Kebanyakan, orang yang terkena bakteri ini akan sembuh tanpa obat.

Tetapi, infeksi yang diakibatkan oleh salmonela bisa berdampak serius pada lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronik.

7. Norovirus

Norovirus ada|ah virus penyebab gastroenteritis, yaitu penyakit yang memicu inflamasi di perut dan usus.

Virus ini ditemukan pada makanan dan minuman yang terkontaminasi. Norovirus bisa menyebar karena terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi.

Gejala dari gastroenteritis adalah merasa mual, sakit perut, muntah, diare, sakit kepala, demam, dan kelelahan yang berlangsung selama beberapa hari.

Guna mencegah Novovirus, cucilah tangan memakai sabun sebelum makan serta bersihkan dapur dan kamar mandi menggunakan disinfektan.

ltulah tujuh jenis bakteri yang dapat menimbulkan penyakit melalui makanan. Selain ketujuh jenis tersebut, tentu masih banyak jenis bakteri lainnya yang patut dan harus diwaspadai.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed